Sabtu, 31 Desember 2016
Manfaat Buku Bekas
Buku tak hanya medium penyampai gagasan yang Anda miliki kepada publik, tapi juga berpotensi menjadi amal jariyah bagi Anda sebagai penulisnya. Amal jariyah inilah manfaat terbesar yang Anda dapatkan melampuai manfaat-manfaat (provide) lainnya yang pernah Anda peroleh atas karya-karya Anda berupa buku.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI – kbbi.web.id), “amal” antara lain memiliki arti sebagai perbuatan yang dilakukan dengan tujuan untuk berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau sesama manusia. Sedangkan “jariyah” artinya perbuatan baik untuk kepentingan masyarakat (umum) yang dilakukan terus-menerus dan tanpa pamrih; perbuatan social.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa “amal jariyah” merupakan perbuatan baik yang didedikasikan bagi masyarakat umum dan memiliki nilai kebaikan atau manfaat bagi mereka. Selain itu, daya manfaat atau kebaikan tersebut dapat dirasakan terus-menerus bagi mereka yang menggunakannya.
Lantas, mengapa buku bisa berperan sebagai amal jariyah? Paling tidak ada tiga poin utama yang dapat saya uraikan di kolom ini.
Pertama, buku adalah sumber ilmu pengetahuan. Karena buku menyimpan banyak ilmu pengetahuan, maka ia berperan menambah wawasan dan pencerahan bagi pembacanya. Mereka yang tadinya tidak tahu tentang sesuatu, setelah membaca buku menjadi tahu. Peran buku sebagai pemberi pengetahuan dan pencerah tentu merupakan hal positif bagi pembacanya.
Amal jariyah yang ada di dalam buku tersebut adalah adanya manfaat bagi pembaca tanpa harus bertemu langsung dengan penulis buku dimaksud. Bahkan pula sang penulis juga tidak tahu dan tidak mengenal siapa saja orang-orang yang telah mengambil manfaat dari buku yang ia tulis.
Kedua, buku dapat memberi inspirasi bagi banyak orang. Buku tak hanya rujukan bagi pencari ilmu, tapi juga di antara ilmu yang terkandung di dalamnya mammpu menggugah kesadaran bagi pembacanya untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Inilah yang saya sebut sebagai buku inspiratif (inspiring). Buku yang tak hanya sekedar memberikan ilmu pengetahuan tapi berperan mendorong pembacanya untuk melakukan suatu kebaikan.
Di antara buku-buku yang masuk dalam kategori inspiratif adalah buku yang membuat pembacanya tergerak untuk melangkah mengubah kehidupannya menjadi lebih baik. Buku-buku karya para motivator, para trainer, dan buku biografi seorang tokoh adalah sebagian contoh buku yang memikiki potensi menginspirasi. Potensi inilah yang saya kategorikan sebagai amal jariyah. Sebuah manfaat yang secara terus-menerus dapat dirasakan oleh banyak orang dari buku yang sama.
Ketiga, buku terus bekerja meski penulisnya telah tiada. Mungkin di antara kita pernah atau sedang membaca buku yang penulisnya sendiri telah tiada. Saya pun demikian. Dan itu pengalaman yang sudah berlangsung sejak masih belajar di pesantren dua puluhan tahun silam. Saya membaca buku-buku klasik, yang dalam khasanah pesantren disebut Kitab Kuning.
Sebut saja misalnya Al-Umm karya Imam Syafi’i, Tafs?r al-Jal?layn karya Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi, Ta’lim Muta’alim karya Syaikh Burhanuddin Az zanurji, dan Bidayah al-Mujtahid karya Ibn Rusyd adalah buku klasik (Kitab Kuning) yang penulisnya sendiri sudah meninggal ratusan tahun silam. Tetapi karya-karya mereka tetap masih dibaca oleh mereka yang menjadikan buku-buku tersebut sebagai referensi.
Pun dengan kita yang saat ini sudah memiliki buku atau sedang menulis buku. Karya-karya tersebut bukan tidak mungkin akan terus dibaca oleh masyakat, meski kelak kita sudah tiada. Daya manfaat yang terus dapat dipetik oleh pembaca melalui buku-buku itulah yang saya sebut sebagai amal jariyah.
Oleh karena itu, tak perlu menunggu lagi untuk memulai berkarya dengan buku. Buku-buku itulah yang kelak akan menjadi amal jariyah bagi kita, meski kita telah menghadap Sang Pencipta.
Berikut tips untuk memanfaatkan buku-buku bekas.
1. Disumbangkan
Ini adalah cara yang mudah dan juga sangat bermanfaat. Jika anda memiliki banyak buku pengetahuan, buku bacaan hingga buku pelajaran anak-anak yang sudah tidak terpakai, daripada anda buang, sebaiknnya disumbangkan ke panti asuhan, sekolah yang membutuhkan hingga perpustakaan kota terdekat.
2. Sebagai Dekorasi Ruangan
Di negara-negara barat, mendekorasi ruangan dengan tumpukan buku bukanlah hal baru. Biasanya buku-buku dapat diletakkan secara rapi dalam rak buku untuk menambah ornamen cantik dalam ruangan dan juga menciptakan suasana hangat dalam rumah. Anda dapat mencoba hal serupa dengan meletakkan rak buku bergaya klasik atau minimalis dengan buku-buku favorit anda di dalamnya.
Selain itu, cara lain yang seru adalah menyampul kembali buku-buku yang sampurnya sudah usang atau berwarna kusam tersebut dengan warna-warna yang cerah seperti hijau, biru dan sebagainya. Buku-buku dengan sampul yang berwarna-warni dapat berfungsi sebagai dekorasi cantik dalam ruangan.
3. Kerajinan Tangan
Konseo DIY atay Do It Yourself saat ini menjadi tren, yaitu menciptakan atau membuat sesuatu dengan kreasi sendiri. Ada banyak jenis kerajinan tangan menarik yang dapat dibuat denan bahan dasar kertas maupun buku.
Cobalah mencari informasi di internet tentang kerajinan tangan berbahan kertas. Kreasi ini dapat berupa barang yang dapat dimanfaatkan di kehidupan sehari-hari, namun juga hasil karya seni yang unik.
4. Sebagai Barang Antik Bernilai Tinggi
Bagi pecinta barang antik, buku merupakan salah satu barang yang dapat bernilai jual tinggi, terutama jika masih dalam keadaan baik dan memiliki sejarah atau latar belakang yang spesial.
Simpan beberapa buku berharga anda, misalnya yang tidak dijual umum atau dibatasi produksinya, hingga buku-buku sejarah.
5. Sumber Inspirasi
Jika anda hobi menulis dan tiba-tiba tidak punya ide untuk menulis, baca kembali bacaan lama anda baik itu buku, majalah, tabloid maupun koran. Siapa tahu ada beberapa informasi yang walaupun lama tapi masih dapat diterapkan hingga kini.



0 komentar:
Posting Komentar